MENGENAL IUD lebih dalam lagi....
Tak ada metode kontrasepsi yang bisa cocok dipakai untuk semua wanita.
Efek samping, kenyamanan, atau efektivitasnya bisa berbeda pada setiap orang.
Karena tubuh setiap wanita tidak sama dalam melakukan adaptasi. Bunda mungkin
sangat nyaman memakai suntik Kb, tapi tidak bisa hal itu dipakai patokan bagi
bunda-bunda yang lain.
Ketakutan-ketakutan
yang sering muncul jika ber Kb pada umunya ialah masalah KEGEMUKAN.
Berikut penjelasan mengenai KB (IUD/spiral). Dengan mengetahui lebih
dalam, semoga membuat Bunda semakin yakin dalam memilih KB ini. Dan bisa
menjadi alternatif ber Kb bagi Bunda lain yang takut berat badannya semakin
bertambah.
IUD adalah satu
metode KB jangka panjang. Biasa kita sebut spiral. Para ahli menyebutkan bahwa
pemakaian IUD paling efektif dalam mencegah kehamilan.
√ Pengertian IUD :
IUD merupakan
alat kontrasepsi yang ditanam di dalam rahim. IUD berbentuk seperti huruf
'T". Ada dua jenis IUD, yakni yang mengandung hormon sintetik progestin
atau pun tembaga.
√ Cara kerja dari
IUD :
Ada dua jenis
IUD, :
1. Hormonal
2. Non hormonal(lapis tembaga)
IUD hormonal
adalah alat kontrasepsi yang dilapisi dengan hormon progestin sehingga membuat
cairan serviks lebih kental, dan menipiskan lapisan rahim. Hal inilah yang
membuat sperma tidak bisa masuk ke rahim.
Sementara itu,
IUD non-hormonal akan melepaskan ion tembaga yang toksik bagi sel sperma.
Akibatnya sel sperma sulit berenang.
√ Keefektifan dari
IUD:
Dibanding metode
lain, IUD sangat efektif. Angka kegagalannya hanya 0,2-0,8 persen. Sebagai
perbadingkan, pil KB memiliki angka kegagalan 9 persen dan kondom 18 persen.
Kedua jenis KB
spiral sangat efektif dalam mencegah kehamilan. Selama beberapa tahun, hanya 1
dari 100 pasangan yang menggunakan IUD mengalami kehamilan. Efektifitas KB
spiral yang mengandung hormon bisa bertahan 3 sampai 5 tahun untuk mencegah
kehamilan. Sedangkan efektifitas KB jenis tembaga bisa bertahan sampai 10 tahun
sejak pemasangan pada hari pertama.
√ Prosedur
pemasangan IUD :
Bunda bisa
memasang KB spiral kapan saja, selama Bunda tidak hamil dan tidak memiliki
infeksi pelvis. Namun baiknya KB spiral digunakan bagi Bunda yang sudah pernah
hamil sebelumya. Pasalnya wanita yang belum pernah hamil lebih rentan merasakan
sakit dan kram setelah pemasangan KB spiral. Prosedur pemasangan membutuhkan
waktu beberapa menit dan hanya bisa dilakukan oleh dokter
√ Bagaimana cara
memasukkanya?
Pertama, dokter
atau bidan akan memastikan apakah bunda sedang hamil atau tidak, atau ada
kemungkinan hamil dalam beberapa minggu.
Secara umum
proses memasukkan IUD ke dalam rahim sama seperti pemeriksaan ginekologi
lainnya. Dokter atau bidan akan memasukkannya melalui leher rahim. Walau
sedikit tidak nyaman, tapi prosedur ini tidak menimbulkan sakit, dan
berlangsung singkat. Tak sampai 10 menit selesai.
√ Kelebihan dari
IUD :
1. Sangat efektif mencegah kehamilan
2. Penggunaan KB spiral bisa dilepas kapan saja
3. Setelah KB spiral dilepas, kesuburan Anda bisa kembali dengan
normal dan cepat
4. Mengurangi risiko terkena kanker serviks dan kanker endometrium
5. Tidak membuat kegemukan seperti penggunaan kontrasepsi hormonal,
6. Untuk penggunaan KB spiral hormon, efeknya akan mengurangi nyeri,
kram, perdarahan selama menstruasi, dan mampu menurunkan risiko kehamilan
ektopik
√ Efek samping IUD
:
1. Jika Anda menggunakan KB spiral tembaga maka Anda
akan rentan mengalami perdarahan menstruasi ataupun kram
2. Penggunaan KB spiral membutuhkan biaya yang cukup
mahal untuk proses pemasangannya
3. Jika Anda menggunakan KB spiral hormon makan akan
menimbulkan efek samping seperti sakit kepala, tumbuhnya jerawat, pegal linu di
beberapa area badan, dan nyeri di bagian payudara.
4. Tidak semua orang bisa menggunakan KB spiral
khususnya bagi mereka yang memiliki penyakit radang panggul, kelainan pada
rahim, kanker serviks, kanker payudara, liver, dan penyakit menular
seksual,alergi terhadap tembaga.
Info penting*
Fast respon untuk bunda yang bertanya dengan
mencantumkan no Whattshapnya


0 Comments