Seumpama cewe bisa punya suami lebih dari 3 , akan dipilih
yang preman agar bisa diajarkan yang lebih baik
Ini tak boleh ya…
Dalam hal berbagi ilmu tak boleh juga pilah-pilih, siapa
yang ingin kita ajarkan. Soal amal yang kita dapat tergantung pada niat
“sesungguhnya amal perbuatan seseorang tergantung pada niatnya” jika baik
niatnya ya tentu baik pula yang didapat itu hokum allah swt berbeda dengan
hokum manusia terkadang sengaja disimpangkan…
Kenapa harus preman? Apa biar terlihat hasilnya? Hati-hati
dengan riya’ itu bahaya…
Disimpulkan bahwa main dengan hokum baik hokum manusia dan
hokum allah swt itu harus pasti dulu dan jangan
memilih-milih memberikan amal pada orang baik buruknya orang jika ia
buth maka kita berikan…
Satu lagi lihat situasi dan kondisi jika face to face ya…
Nama penulis : Abdullah Muzakir
Tujuan : menentukan
kepastian dalam hukum
Keabsahan tulisan : Original dilindungi


0 Comments