Laporan penelitian ziswaf di lembaga lazaku

Laporan ziswaf di lembaga lazaku
A. Sejarah
Sebelum terbentuknya lazaku, yang berawal dari bmt atau bisa dipahami juga masih menginduk atau bergabung dengan bmt.
Terjadinya pemisahan tempat namun masih megaitkan pihak bmt, penyebab pemisahan dikarenakan para nasabah dan para donatur mengalami kebingungan antara bisnis dengan ziswaf yang ada di lembaga bmt.
Terbentuknya bmt sudah lama naun lazaku masih baru baru ini sehingga dala pengoperasian di lembaga lazaku masih minim atau belum maksimal pengharapan.
B. Pengizinan lembaga
Lembaga telah mendaftarkan izin dan disahkan oleh lembaga yang berwenang melantik lazaku.
Dengan ini baik dari lembaga dan para petugas telah  mengikuti pelatihan pembinaan baik dari dalam maupun dari luar.
C. Program
Instruktur di lembaga lazaku tersusun dari ketua sampai keanggotanya(donatur2)
Donatur dibagi menjadi 3:
1. Donatur petugas
2. Donatur tetap
3. Donatur kadang2 muncul
Dalam penjelasan ketiga donatur tersebut dapat dijelaskan dibawah ini, sebaai berikut:
Pertama, donatur petugas yakni dimana sumbangsih atau baik dari ziswafnya dari para petugas lembaga lazaku dan bmt. Baik secara rutin maupun yang tertunda 2, dikarenakan dari pihak lazaku tidak mengambil paksa.
Sumbagsih dari para donatur akan dikumpulkan menjadi satu dengan yang lainnya(dari luar donatur petugas)
Kedua, donatur tetap yakni yang mana donaturnya para nasabah atau yang lainnya yang telah mendaftarkan diri sebagai donatur tetap, pemilahan waktunya kapan saja dan sifat objeknya sesuai kesepakatan donatur dengan pihak lembaga lazaku, namun pada prinsipnya mencari ridho allah swt ta'ala.
Ketiga, donatur kadang2 muncul yakni donatur yang kapan saja dan tidak menentukan baik dari waktu dan sifat objeknya, sehingga kapan donatur ingin memberikan ziswaf maka akan datang ke lembaga lazaku dengan yang telah didiskusikan di lembaga lazaku.
Dana ataupun barang yang diterima oleh lembaga lazaku sesuai dengan proses, maka lazaku membagi 2 tujuan dari dana yang terkumpulkan,sebagai berikut:
1. Pemberdayaan
Lazaku memiliki inisiatif memberikan pemberdayaan agar situasi dan kondisi lembaga masih bergandengan dengan lembaga bmt maka ingin membagun bagunan yang cukup untuk operasi lembaga bmt dan lazaku tapi ruang dan instruktur dibedakan agar nasabah  dan donatur tidak membingungkan.
2. Penyaluran
Dari lazaku penyaluran memiliki 2 karakter, yaitu:
A. Penyaluran secara produktif
Penyaluran ini diawalkan karena pihak lazaku memiliki tujuan; agar si penerima bisa mengembangkan dan bisa memberikan atau menjadi donatur baik dilazaku maupun yang lainnya. Tujuan ini lebih efektif untuk pola pikir dan meminimalis penerimaan dana ziswaf dan bisa mebantu asnab yang lainnya.
Pelaksanaan penyaluran produktif ini masih dalam proses karena belum ada dana yang terkumpulkan untuk asnaf yang produktif karena dana yang akan dikeluar tidak sedikit berupa dagangan atau pertanian.
Selain dari penyaluran produktif ada juga penyaluran yang telah berjalan yaitu penyaluran sekai pakai habis atau penyaluran berjangka
B. Penyaluran berjangka
Sudah dipastikan yang berjangka yaitu mengenai waktu, dalam penyaluran ini telah terlaksana yang berupa:
- pemberian dana ziswaf pada anak2 yang belajar ngaji.
- pemberian sosial
- pemberian kambing rutin (namun terhendak).

Kesimpulan
Dari laporan ini kurang maksimal dikarenaka dari pihak lembaga lazaku tidak berkenan publish untuk nominal dana masuk dan keluar, dan baru2 ini pindah tempat.
Dalam mengkampanyekan atau menyadarkan masyarakat pentingnya hal ziswaf harus dikeluarkan mengalami banyak kendala.

0 Comments