[Motivasi]dear jombloooh

Karena Kehidupan Pernikahan, Tak Seindah Instastory Pasangan Selebgram Muda itu, Mblo...
Dear jomblo,
Kamu mungkin bakalan baper saat melihat unggahan foto mesra temanmu dengan pasangan halalnya yang baru dinikahi dua hari yang lalu. Kamu mungkin akan envy, saat mereka ini saling berbalas pesan-pesan manis di media sosial, nyekrinsut kalimat "i love you" yang dikirim suaminya, atau perlakuan-perlakuan sweet lainnya yang bikin kamu mupeng berat. "Enak, ya? Nikah muda. Bisa jalan ke mana-mana, berdua bareng suami. Kayak pacaran."
Kamu seharusnya belajar dari pernikahan seorang hafidz muda dengan anak pengacara kondang yang dikabarkan telah kandas. Bahkan, usia pernikahan mereka hanya bertahan hingga tiga bulan.
Patut disayangkan karena berita pernikahan mereka sempat jadi viral saat itu lantaran istrinya adalah mantan teman aw ah gelap itu. Di awal-awal pernikahan, mereka juga sering unggah foto atau video mesra di instastory masing-masing.
Sejujurnya, sebagai emak erte beranak dua, saya ini kalau ngelihat para selebgram muda yang memutuskan nikah muda terus hobi unggah foto atau video mesra, saya kok malah merasa gimana gitu ya? Bahkan foto/video di tempat tidur yang seharusnya area privasi juga dengan bebasnya mereka posting. Sampai sekrinsut chatting mesra mereka juga diunggah. Video call-an pun juga begitu. Seolah kemesraan mereka ini nggak ada privasinya.
Herannya, yang komen baper itu jumlahnya segambreng kalau pas mereka unggah foto kemesraan. Terutama ya... yang masih jomblo-jomblo itu.

Kok saya bisa tahu? Suka stalking juga, ya? Enggak lah. Saya stalking karena butuh tahu. Biar saya nulis, nggak cuman asal nuduh. Tapi, fakta. Gitcu? 😅😅
Nah, bagi jomblo-jomblo yang ngakunya anti pacaran, sama kemesraan pasangan muda ini tentu bakalan baper maksimal dong. Mereka berani nikah muda. Kalau dari unggahan foto/video seolah menunjukkan pernikahan itu indah banget. Nikah rasa pacaran. Kemana-mana berdua. Saling gandengan tangan, nyium kening atau yang lebih dari itu tanpa takut diganjar dosa karena sudah halal.
Padahal kehidupan pernikahan tidak sedangkal itu. Bahkan hanya urusan pasta gigi yang dipencet di tengah atau di ujung saja bisa jadi masalah. Jika ego yang berbicara, kedua belah pihak tidak mau saling mengalah, bukan tidak mungkin akan terjadi pertempuran besar-besaran. Apalagi jika pasangan masih sama-sama muda. Egonya tinggi sekali. Emosinya juga masih labil. Tambah bedil-bedilan ojo-ojo. Pakai pistol air. 😝😝😝
Inilah kehidupan rumah tangga. Di dalamnya (mulanya) terdiri dari dua kepala yang berbeda satu sama lain. Di luar rumah tangga mereka, ada keluarga-keluarga lain yang boleh jadi jika terjadi selisih paham dan dibesar-besarkan bisa saja menggoyahkan kehidupan rumah tangga ini. Ada orangtua, mertua, ipar, bahkan para tetangga. Belum nanti jika istrinya sudah hamil dan melahirkan, lalu mengurus anak-anaknya.

Kalau dari kasusnya mereka ini, saya nilai, orangtua juga ikut campur dalam masalah mereka--karena mungkin dinilai masih terlalu muda. Bukan menyelesaikan, malah masalahnya merambat melebar lagi.
Inilah kehidupan rumah tangga, Mblo.
Bukan berarti kehidupan rumah tangga itu tak ada indah-indahnya. Indahnya ada banyak. Tapi, butuh proses agar pasangan suami istri ini bisa saling memahami dan mengerti satu sama lain. Kalau masih pengantin baru, apalagi belum ada anak, wajar jika yang ada di pikiran mereka soal mesra-mesraan saja. Dulu cuman ngelihat saja dilarang, sekarang jangankan menatap, yang lebih dari itu dibolehin, bahkan berpahala. Gimana nggak seneng, coba? 😂😂
Tapi, eh, tapi... Untuk bisa membangun hubungan yang tetap harmonis itu butuh perjuangan. Butuh kesabaran juga. Dan itu tidak mudah. Benar-benar tidak mudah. Apalagi jika saat berselisih hal yang sebetulnya sepele, nggak ada yang mau mengalah. Semua merasa yang paling benar. Ini kalau nggak ada yang berhenti, bisa-bisa saling adu balas air ludah. 😁😁😁

Sama halnya kayak saya dan pak suami. Kita itu berbeda banyak hal. Dulu jaman masih pengantin baru, habis ikut kajian, suami nawarin, "Mau jalan-jalan, nggak?" Saya yang hobi halan-halan, tentu saja senang tak terkira. Saya diajakin mampir ke sebuah danau buatan. Sesampainya di sana, ternyata ramai banget. Padahal suami saya paling nggak nyaman dengan keramaian, sementara saya enjoy saja dengan semua situasi. Entah ramai atau sepi.
Saya ngajakin naik ke atas, mau lihat danaunya. Dia nggak mau. Akhirnya saya mengalah. Lalu, saya ngajak dia duduk di atas hamparan rumput. Belum duduk 5 menit, dia sudah ngajakin pulang. Alasannya, karena nggak jauh dari situ, banyak orang yang duduk. Oh, my... Njut piye lak kowe dadi aku, Mblo? 😂😂😂
Kesel? Jelaslah. Gondoknya segede bakpao (bukan korban nabrak tiang listrik lho 😝😝😝). Lebih mangkel lagi, bukannya nyari tempat teduh, eh dia malah berhenti di pinggir sawah, nggak jauh dari bandara Adi Soemarmo (yang dekat dari kecelakaan pesawat lion air waktu masuk kuburan itu). Kami duduk di cor beton tanpa atap. Padahal sinar matahari kalau nggak ketutup awan bakalan bersinar benderang. Panas, elah. Tapi, dia nggak tanggap, coba? Hahaha.

Saya cuman diam saja. Biar dia peka kalau saya lagi marah. Eh, ternyata dia nggak peka sama sekali. Malah nanya, "Kamu kok diam terus sih, Dir?"
Yang nggak nahan kepingin ngakak, dia dengan entengnya beritahu, "Tuh, Dir, ada pesawat. Kamu nggak kepingin lihat pesawat? Dari sini malah kelihatan gede." 😝😝😝
Di lain waktu, saya diajak jalan-jalan ke mall. Bukan jalan-jalan sih, karena lebih tepatnya nyari sinyal wifi gratisan. Habis puas nge-net, bukannya mampir di salah satu food court untuk nyari makan, eh malah balik gitu saja. Padahal jaman saya jomblo, sengiritnya saya, tetap saja akan mampir buat makan.
Gondok? Jelas lah. Padahal perut juga sudah keroncongan. Eh, ternyata dia ngajakin makan di warung nasgor dekat rumah. Sepuluh ribu dapat dua piring, tambah teh anget buat berdua. Cuman habis 12 ribu.
Awalnya saya memang kesal. Tapi, pada akhirnya saya bisa memahami. Suami saya baru mampu untuk membelikan makan seharga itu. Saya harus bisa mensyukurinya. Andai saya minta makan di mall, mungkin kita akan habis 30-an ribu (yang paling murah). Hemat 18 ribu, lumayan untuk beli bahan-bahan makanan yang buat dimasak besok, kan?
Inilah kehidupan rumah tangga, Mblo. Kamu jangan hanya ngelihat enaknya saja. Untuk bisa merasakan enak itu butuh proses panjang. Butuh perjuangan dari kedua belah pihak. Butuh kesabaran juga.
Masalah dalam rumah tangga itu kompleks. Yang sepele bisa jadi besar, apalagi yang besar, sudah pasti ukurannya nggak segede bakpao.
Jangan terlalu baper, jangan terlalu envy dengan kemesraan mereka. Apalagi kalau kamu galau karena sampai detik ini statusmu belum beranjak juga dari "single", padahal temanmu udah pada sold out.
Siapin, Mblo. Bukan cuman soal kesiapan finansial, tapi juga termasuk kesiapan mental dan emosional. Jika kamu sekarang saja, baru baca judul hoax langsung meledak, gimana kamu ngadepin istrimu yang seperti tulang rusuk yang bengkok itu? Yang jomblowati pun juga begitu. Tiap lagi galau, langsung curhat di medsos. Temannya ada yang unggah foto mesra, dinyinyirin. Yang foto depan mobil, nyinyirin lagi. Masih jomblo saja kayak gini, gimana kalau nanti jadi istri atau bahkan sudah emak-emak? Padahal perang antar emak itu luar biasa banyak lho. Cuman menu kurang 1 bintang saja bisa terjadi peperangan, apalagi yang pro MSG sama yang anti MSG. 😝😝😝
Siapin ilmu juga. Kalau ikut kajian, didengerin. Bukan khusyuk balesin komen di medsos atau chatting bareng teman-teman. Gali ilmu sebanyak mungkin, biar nanti pas nikah, apalagi pas punya anak, nggak jadi korban hoax. Vaksinasi justru memicu kanker. Tulisannya kayak meyakinkan. Terus dengan merasa pinternya, disebarin ke WAG. Padahal hoax. 😝😝😝
Jangan terlalu memasang kriteria calon harus begini atau begitu. Lalu saat nikah nanti, pingin bisa ke sini atau ke sono. Bisa melakukan ini atau itu bareng pasangan halal. Endebre, endebre. Kamu harus tahu, Mblo, jodoh itu sesuai kehendak-Nya lho, bukan menurut anganmu.
Saya pernah baca komennya seseorang yang ngomentarin status saya. Dia enteng bilang begini, "Besok kalau udah nikah, punya anak, anakku bakalan tak ajakin traveling sekalian kok."

Padahal saat berumah tangga, belum tentu bakalan bisa begini. Mungkin kita ingin ngajakin traveling, eh ternyata suaminya nggak suka traveling. Boleh jadi juga, anaknya akan sakit tiap kali diajak jalan-jalan. Kalau traveling bareng suami, tetap nggak bisa jenak ninggalin anak. Kalau belum jadi ibu, emang nggak tahu rasanya gimana ninggalin anak di rumah.
Saya yang dulu suka jelong-jelong bareng teman. Sekarang, hampir nggak bisa lagi. Ya, karena suami saya tipikal yang nggak suka keramaian. Kini, saya harus bisa berdamai dengan perbedaan seperti ini. Sama halnya saya yang dulu sangat suka naik bus atau kereta. Sekarang, udah nggak bisa lagi, karena suami saya gampang mabuk kendaraan. 😝😝😝
Paling hanya jalan-jalan kalau pas bareng keluarga besar. Kalau cuman berempat, biasanya saya akan jawab ogah saat pak suami ngajakin jalan-jalan. Kenapa? Karena saya paham sekali bagaimana dia. Baru sampai, langsung buru-buru ngajakin pulang. Apalagi kalau tempatnya ramai. Daripada kayak di-phpin, mendingan saya di rumah ajah. Ngayal dengan bacaan-bacaan. Lebih membahagiakan. 😂😂😂
Apa saya tertekan karena kehidupan sehabis nikah beda jauh dengan semasa jomblo? InsyaAllah enggak kalau kita senantisa mensyukuri setiap keadaan kita. Termasuk bisa memahami dan menerima perbedaan dari pasangan kita ini.
Gimana, Mblo? Kamu masih baper maksimal dengan pasangan muda selebgram yang nge-hitz itu? Kurangin gih, stalking insta story mereka. Karena kehidupan pernikahan itu tak sebatas foto mesra, lengkap dengan caption yang manis saja. FYI, untuk difoto kelihatan mesra itu butuh beberapa kali cekrek en eksen lho. Ini artinya kalau mereka lagi pikenik, unggah foto-foto mesra pikenik, kira-kira mereka betul menikmati momen liburan mereka atau sibuk pencitraan? Cuman nanya lho saya. 😁😁😁
Kalau saran saya, mending para jomblo itu rajin stalking akun medsosnya emak-emak yang suka berbagi tulisan tentang kerempongan emak dan dunia rumah tangga. Inilah the real rumah tangga. Kamu kudu kepoin status mereka, Mblo. Biar kamu tahu kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya itu seperti apa. Kalau kamu tahu gambarannya kan bisa disiapin sejak dini gituh. Gituh lho, Mblo. 😂😂
*eh, minta tolong dishare dong. Biar banyak yang baca, terutama para jomblo. Kalau mau sihhhh. Ogah juga ngak afffah-afffah. Minimal kamu absen komen disini, biar status ini muncul di beranda teman-teman. 😁😁😁
.
3 Januari pukul 17:52 · Kota Baru, North Maluku ·
.
Posted by: Muslimah Al-Ghuroba
Akun : facebook account
Url : https://mobile.facebook.com/story.php?story_fbid=332101090622708&id=100014684590979&refid=7&_ft_=qid.6507243017862455854%3Amf_story_key.-1011125468661541530%3Atop_level_post_id.332101090622708&__tn__=%2As-R

0 Comments