NAK!!! KALAU KAMU INGIN IBU MASUK SURGA MAKA DO’AKAN IBU DIMASJID BUKAN DI MEDSOS
KARENA KAMU LAHIR DARI IBU BUKAN DI DOWNLOAD
Semarak dan
banyaknya kalangan saat ini yang memakai nama yang familiar atau demi
mendapatkan like dan koment atau yang lebih diharapkan lagi adalah share dan
kunjungannya dengan segala cara yang dipakai seperti :
1.
Memakai nama wanita padahal ia laki
2.
Memakai foto-foto wanita yang cantik dan atau sexy dan
atau artist
3.
Bahkan mengajak kebaikan : shalat atau berdoa namun
hatinya tidak
Saya belum
menyinggung judul, karekteria dia atas telah banyak saya temui bahkan demi
status / Ts kita banyak yang like atau koment maka kita pakai coption gambar
atau pun tulisan seperti :” innallillahi wainnalilaihirojiuun. Kecelakaan tadi siang pengendara
sepeda motor meninggal ditempat kepalanya terjepit diban tronton bagi yang
melihat ini do’a untuk keluarga kita sejenak agar dilindungi dari balak musibah
amiin”
Nah, yang seperti
ini sah dan atau diperbolehkan pada syariat islam dan bagaimana ibu kita yang
didoakan?
Pertama, mengenai
dunia maya berdakwah kekinian yang mainnya kebanyakan pada gadget pake
aplikasinya Facebook, IG, Line, Yotube, BBM, Whattshap dan masih banyak lagi,
jika seandainya nih ustadz tak didukung pada dunia maya jamaahnya mabur pada
medsos, dalam majlis kelakuannya digadget. Dan sebagainya… bolehkah berdakwah
didumay??
Ya tentu boleh
namun dalam hal positif bukan pagi atau siangnya lagi dakwah coption tulisan
atau gambar tapi malemnya posting foto sama pacarnya lagi ciuman yang tidak
dibolehkan itu ciuman dan pacaran yang belum halal, itu yang gak boleh…
Kedua, mengajak
berdo’a itu baik sob… tapi ada perbedaan pendapat yakni bagaimana
memutar_balikkan doa itu seperti jauhkanlah kami dari zina tapi dy malah berdoa
dekatkan kami dari zina ini adlah persepsi saja sebenarnya tak perlu
diperdepatkan kembalikan lagi pada islam dimana sih tempat yang diistajabah
doanya apakah dimasjid atau di dumay???
Sudah tau kan
semua jadi buat kesimpulan kita khilaf dan lupa bahwa tempat yang suci yang
dulu pernah kita ketahui kini sirna dengan ini saya mengingatkan lagi khususnya
pada diri saya dimasjidlah tempat yang diijabah yaitu masjid atau tempat yang
suci dan ini masuk dalam karekteria lagi yang seperti apa??? Ini sudah lain
topic akan saya bahas dilain judul. Trimakasih.
Nama penulis : Abdullah Muzakir
Tujuan : Untuk
mengingatkan kembali tempat yang diijabah
Keabsahan tulisan : Original dilindungi


0 Comments