Pilih mana calon suami, Miskin hartanya namun kaya ibadah dan ahli agama dengan kaya harta, kaya ibadah namun bukan ahli agama?

Pilih mana calon suami,
Miskin hartanya namun kaya ibadah dan ahli agama dengan kaya harta, kaya ibadah namun bukan ahli agama?

Jika dari kata pilih saya artikan pasti memiliki perbedaan antara dua atau lebih dari objek disini menjadi objek apa yang didiri subjek tersebut.
Penjelasan terlebih dahulu, bahwa miskin dan kayanya harta seseorang itu hanya didunia tidak dibawa mati secara fisik tapi bagaimana hartanya itu membawa dia kejalan masuk surga karena harta kita bisa kejalan salah dank arena harta bisa kejalan yang benar namun bagaimana kita tidak memiliki keduanya ini pun salah dikarenakan kita tak memiliki usaha untuk mencari harta ini dalam fikih muamalat”keluarlah rumah untuk mencari nafkahkan anak dan istrinya memberikan pakan dan pakaian dan melindungi keluarganya” ini anjuran agar mencari nafkah yang bagaimana diatur oleh syar’I itu mencari yang halal dan benar. Sehingga tidak lah jadi seorang laki atau suami yang pemalas karena allah membenci orang pemalas.
Jika istrinya yang menjadi tulang punggung atau anaknya akan saya bahas dilain tema.
Ibadah yaitu bentuk patuhnya kita pada illah, namun kaya dan tidaknya allah swt yang menilai terkadang mata manusia itu melenceng menilainya… anda pasti sudah paham maksudnya…
Ada orang ibadahnya rajin namun dilan sisi masih mengunjing dan mencela orang, ada orang ibadah yang riya’, ibadah yang seperti apa kata allah swt? Dimana hatinya beribadah(wajib dan sunnah dilakukan) dan tetap menjaga lisan dan perilakunya adalah sebahagian dari ibadah ini yang disebut kaya ibadah menurut saya begitu.
Kaya ibadah yang telah dipaparkan diatas tapi tidak ahli agama, ahli agama yang seperti apa sih yang sebenarnya???
Memahami dan menjalankan apa-apa yang dilarang dan perintah oleh syar’I apa yang ini disebut ahli agama?? Menurut saya iya, karena dimana yang dilarang maka itu tidak dilakukan dan dimana yang diperintahkan itu yang dilaksanakan .. yang diperintahkan ibadah terhadap allah (hablumminallah) dan beribadah terhadap manusia(hablumminannas) beribadah terhadap manusia bukanlah menyembah manusia tapi mencari pahala suatu timbale balik yang ma’ruf melalui manusia ini suatu ibadah. Senyum terhadap sesame ini ibadah, bermuamalat juga ibadah, silaturrahmi ini ibadah, menolong juga ibadah dan masih banyak lagi yang ma’ruf bisa dilakukan.
Pada intinya banyak wanita memilih-memilah dari keluarganya, perilakunya, harta dan keturuanan namun hilaf yang kecil tapi dampak kedunia dan akhirat lupa sesungguhnya yang terutama dipilih adalah AGAMA dengan agama bisa membawa kita kejalan yang benar, jika agamanya ma’ruf insyaallah para wanita akan dibawa kejalan yang benar juga.
Bagaimana yang agamanya jika dibilang hanya KTP nya saja, jika para wanita mampu maka ajarkan pada suami dan anak-anaknya agama yang benar, di lurus kembali tujuan suatu pernikahan yakni adlah suatu ibadah, menjalankannya dengan tepat maka inilah keluarga ahli ibadah bukan hanya untuk sendiri tapi keluarganya..
Sekian artikel dari saya terimakasih

Nama penulis                      : Abdullah Muzakir
Tujuan                                   : untuk memahami ibadah
Keabsahan tulisan              : Original dilindungi
Dikutip dari                          : https://www.kurirgudangartikel.blogspot.com/


0 Comments